Dalam industri perikanan Indonesia yang kian kompetitif, mempertahankan kesegaran hasil tangkapan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menaikkan nilai jual. Bagi pemilik kapal ukuran 30 GT, pertanyaan besarnya adalah: Teknologi pendinginan mana yang paling memberikan keuntungan maksimal?
Banyak yang terjebak antara tetap menggunakan es balok konvensional atau melompat ke sistem pembekuan berat seperti Air Blast Freezer (ABF). Namun, tren global menunjukkan bahwa Slurry Ice (Es Bubur) adalah "titik temu" sempurna untuk kapal menengah.
Apa itu Slurry Ice?
Slurry Ice adalah kristal es mikroskopis yang tersuspensi dalam air laut (seperti bubur cair). Berbeda dengan es balok yang keras dan bersudut tajam, Slurry Ice menyelimuti seluruh permukaan ikan secara merata dan instan.
1. Belajar dari Pengalaman Global
Mengapa sistem ini begitu populer di luar negeri? Berikut adalah beberapa fakta dari praktik terbaik internasional:
- Jepang: Rahasia Kualitas Sashimi. Kapal penangkap tuna dan cakalang kelas menengah di Jepang beralih ke Slurry Ice karena mampu mendinginkan ikan 4-5 kali lebih cepat daripada es konvensional. Hal ini mencegah rigor mortis (kekakuan daging) yang ekstrem, sehingga tekstur daging tetap lembut dan warna tetap cerah.
- Skandinavia: Memperpanjang Masa Simpan. Di Islandia dan Norwegia, penggunaan Slurry Ice terbukti mampu memperpanjang masa simpan ikan hingga 14–16 hari, dibandingkan es balok yang hanya bertahan 8–10 hari. Ini memberikan fleksibilitas bagi kapal untuk melaut lebih lama tanpa takut ikan membusuk.
- Spanyol & Maroko: Zero Damage. Untuk ikan-ikan kecil dan kulit lunak seperti sarden atau makarel, Slurry Ice adalah penyelamat. Sifatnya yang cair mencegah luka fisik atau memar yang sering disebabkan oleh bongkahan es balok yang tajam.
2. Slurry Ice vs. ABF: Mana yang Cocok untuk Kapal Anda?
Sering kali pemilik kapal bingung memilih antara Chilling (Mendinginkan) dengan Slurry Ice atau Freezing (Membekukan) dengan ABF. Berikut perbandingannya:
| Fitur | Slurry Ice (Pilihan Ideal 30 GT) | ABF & Fish Hold (Kapal Besar) |
| Kecepatan | Sangat Instan (Media Cair) | Lebih Lambat (Media Udara) |
| Kualitas | Ikan Segar (Grade A / Sashimi) | Ikan Beku (Industri Pengolahan) |
| Ruang & Daya | Kompak, hemat ruang dek/mesin | Membutuhkan ruang besar & genset kuat |
| Operasional | Cocok untuk trip 1–2 minggu | Cocok untuk trip berbulan-bulan |
Kesimpulan: Untuk kapal 30 GT, memasang ABF sering kali tidak efisien karena konsumsi listrik yang sangat tinggi dan ruang palka yang terbatas. Slurry Ice menawarkan performa pendinginan industri besar namun dalam paket yang pas untuk kapal menengah.

3. Kecenderungan Pemilihan Berdasarkan Ukuran Kapal
Dalam dunia teknis pendinginan laut, terdapat kecenderungan dasar dalam memilih sistem:
- Kapal Kecil - Menengah (< 50 GT): Mengutamakan KECEPATAN (Speed). Karena durasi melaut yang relatif singkat (short-trip), fokus utama adalah menjaga ikan tetap dalam kondisi "segar" (chilled). Sistem Slurry Ice adalah pemenangnya di sini.
- Kapal Besar (> 100 GT): Mengutamakan DAYA TAHAN (Endurance). Kapal-kapal ini melaut hingga berbulan-bulan di samudera lepas. Mereka wajib membekukan ikan hingga ke tulang (frozen) menggunakan ABF atau Brine Freezing agar bakteri benar-benar berhenti beraktivitas.
Mengapa Harus Sekarang?
Dengan visi Indonesia menuju Asta Cita 2045, modernisasi armada perikanan menjadi kunci. Penggunaan teknologi yang tepat seperti Slurry Ice tidak hanya mengurangi post-harvest loss (ikan yang terbuang), tetapi juga menaikkan posisi tawar nelayan Indonesia di pasar internasional.
Memilih sistem pendingin bukan hanya soal membeli mesin, tapi soal memilih jantung operasional kapal Anda. Pastikan sistem Anda ditenagai oleh kompresor yang andal dan mampu bekerja di kondisi laut tropis yang ekstrem.
Ingin Diskusi Lebih Lanjut?
Jika Anda sedang merencanakan pemutakhiran kapal 30 GT atau ingin mengetahui spesifikasi teknis mesin Slurry Ice yang sesuai dengan kebutuhan palka Anda, kami siap membantu memberikan solusi teknis terbaik.