Skip to Content

Pilih Ammonia Sistem DX atau Liquid Pump

February 22, 2026 by
Rachman Shaufun

Sistem refrigerasi amonia (NH3) merupakan standar emas dalam industri karena efisiensi termodinamikanya yang tinggi. Namun, cara mendistribusikan amonia ke evaporator sangat menentukan performa dan biaya operasional sistem Anda.

Berikut adalah perbandingan mendalam antara tipe Direct Expansion (DX) dan Liquid Recirculation (Liquid Pump):

1. Direct Expansion (DX)

Pada sistem ini, amonia cair diumpankan langsung ke evaporator melalui katup ekspansi. Cairan tersebut berubah menjadi gas sepenuhnya sebelum kembali ke kompresor.

Kelebihan

  • Investasi Awal Lebih Rendah: Membutuhkan jumlah amonia (refrigerant charge) yang jauh lebih sedikit karena tidak ada tangki penampung (accumulator) besar.
  • Struktur Sederhana: Tidak memerlukan pompa sirkulasi, sehingga biaya perawatan mekanis lebih rendah.
  • Ruang Lebih Hemat: Desain sistem lebih ringkas, cocok untuk instalasi dengan area terbatas.

Kekurangan

  • Efisiensi Lebih Rendah: Membutuhkan superheat (pemanasan uap lanjut) agar cairan tidak masuk ke kompresor. Ini membuat permukaan evaporator tidak terpakai secara maksimal untuk pendinginan.
  • Sensitif terhadap Perubahan Beban: Kontrol katup ekspansi harus sangat presisi. Jika beban berubah drastis, risiko liquid hammer (cairan masuk ke kompresor) lebih tinggi.
  • Distribusi Tidak Merata: Sulit diaplikasikan pada banyak evaporator yang letaknya berjauhan dari ruang mesin.

2. Liquid Pump (Overfeed System)

Sistem ini menggunakan pompa untuk mensirkulasikan amonia cair dalam jumlah berlebih (biasanya 3 hingga 4 kali lipat dari yang diuapkan) ke evaporator.

Kelebihan

  • Efisiensi Termal Maksimal: Seluruh permukaan dalam evaporator tetap basah oleh cairan amonia. Tidak ada zona superheat di dalam evaporator, sehingga perpindahan panas jauh lebih efektif.
  • Keamanan Kompresor: Cairan dan gas dipisahkan di tangki pemisah (Low Pressure Receiver). Hanya gas murni yang kembali ke kompresor, sehingga risiko kerusakan akibat cairan hampir nol.
  • Suhu Stabil: Sangat handal untuk menangani beban pendinginan yang fluktuatif, seperti pada blast freezer atau gudang pendingin besar.
  • Defrost Lebih Mudah: Proses pembersihan bunga es (hot gas defrost) biasanya lebih cepat dan efisien pada sistem pompa.

Kekurangan

  • Biaya Awal Tinggi: Membutuhkan komponen tambahan seperti pompa amonia, tangki pemisah yang besar, dan pipa berdiameter lebih besar.
  • Refrigerant Charge Besar: Volume amonia yang dibutuhkan jauh lebih banyak, yang berarti risiko keamanan dan biaya pengisian awal lebih tinggi.
  • Biaya Energi Pompa: Ada konsumsi listrik tambahan untuk menjalankan pompa sirkulasi secara terus-menerus.

Tabel Perbandingan Cepat

FiturDirect Expansion (DX)Liquid Pump (Overfeed)
Volume AmoniaSedikit (Low Charge)Banyak
Efisiensi EvaporatorSedangSangat Tinggi
Keamanan KompresorBerisiko (Liquid Slugging)Sangat Aman
Kompleksitas PipaSederhanaRumit
Cocok UntukKapasitas kecil/menengahIndustri besar / Fishing Vessel

Saran untuk Operasional:

Jika Anda fokus pada efisiensi jangka panjang dan keamanan kompresor di industri skala besar (seperti pengolahan ikan atau cold storage besar), Liquid Pump adalah pilihan standar industri. Namun, jika prioritasnya adalah menekan biaya awal dan meminimalkan risiko kebocoran gas dalam jumlah besar, sistem DX Low Charge mulai banyak diminati saat ini.

Untuk mendapatkan solusi paling tepat, silahkan hubungi kami.