Skip to Content

Rahasia Udang Ekspor Tetap Segar: Dari Kolam Tambak hingga ke Piring Konsumen

February 22, 2026 by
Rachman Shaufun

Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana udang yang dipanen di pelosok daerah tetap memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang manis saat sampai di meja restoran di luar negeri? Jawabannya bukan hanya pada cara budidayanya, tapi pada Manajemen Rantai Dingin (Cold Chain) yang tanpa putus.

Bagi para pelaku bisnis tambak dan pengolahan udang, menjaga kualitas adalah balapan melawan waktu. Begitu udang dipanen, "jam pasir" kualitas mulai berputar.

Tahapan Perjalanan Udang: Menjaga Kesegaran Maksimal

1. Titik Kritis Saat Panen (The Golden Hour)

Kualitas udang ditentukan di menit-menit pertama setelah keluar dari air. Udang vaname sangat sensitif terhadap suhu panas tropis.

  • Cold Shock: Begitu dipanen, udang harus segera direndam dalam air es suhu 0°C.
  • Solusi Modern: Penggunaan Slurry Ice (Es Bubur) kini mulai menggeser es balok. Mengapa? Karena es bubur cair mampu mendinginkan udang secara instan hingga ke celah-celah terkecil tanpa merusak kulit udang yang tipis.

2. Proses di Pabrik: Kecepatan adalah Kunci

Setelah sampai di pabrik pengolahan, udang melewati tahap grading (pemilahan) dan pembersihan. Di sini, sistem pendingin ruangan dan air proses harus tetap stabil. Udang kemudian masuk ke tahap pembekuan cepat:

  • IQF (Individual Quick Freezing): Membekukan udang satu per satu agar tidak lengket.
  • Contact Plate Freezer: Untuk pembekuan dalam bentuk blok besar.

3. Cold Storage: Benteng Pertahanan Terakhir

Setelah beku, udang disimpan di gudang beku (Cold Storage) dengan suhu konstan -18°C hingga -25°C. Sedikit saja suhu berfluktuasi, kualitas daging udang akan rusak (memar atau drip loss saat dicairkan).

Mengapa Memilih Sistem yang Tepat itu Penting?

Banyak pengusaha tambak menengah bimbang antara menggunakan es manual atau berinvestasi pada mesin pendingin otomatis. Namun, jika target Anda adalah ekspor atau pasar premium, konsistensi adalah segalanya. Sistem pendingin yang andal memastikan:

  • Berat Udang Tetap terjaga (tidak banyak susut air).
  • Warna Tetap Alami (mencegah bercak hitam/melanosis).
  • Efisiensi Energi (biaya listrik yang tidak membengkak).

Kepercayaan Industri: Kekuatan Sistem Centralized Ammonia 

Dalam skala industri besar, efisiensi dan keandalan adalah harga mati. Itulah alasan mengapa mayoritas perusahaan pengolahan udang raksasa di Indonesia maupun dunia mempercayakan jantung pendingin mereka pada Kompresor MYCOM dari Mayekawa.

Mengapa Centralized Ammonia? Sistem amonia terpusat (Centralized Ammonia System) dikenal sebagai metode pendinginan paling efisien untuk kapasitas besar. Amonia adalah refrigeran alami yang ramah lingkungan dan memiliki performa pendinginan yang jauh lebih kuat dibandingkan freon biasa.

Pengalaman yang Teruji: Kompresor MYCOM telah menjadi standar emas di berbagai pabrik pembekuan udang besar. Dengan durabilitas tinggi dan kemudahan perawatan, sistem MYCOM memastikan operasional pabrik berjalan 24 jam tanpa henti. Penggunaan sistem centralized memungkinkan satu pusat kontrol untuk mendinginkan berbagai area sekaligus—mulai dari ruang proses, spiral freezer, hingga cold storage raksasa—dengan konsumsi energi yang jauh lebih hemat.