Skip to Content

Infrastruktur Sistem Rantai Dingin Perikanan

February 4, 2026 by
Rachman Shaufun

Distribusi ikan beku di Indonesia didukung oleh Sistem Rantai Dingin (Cold Chain System) yang komprehensif. 
Sistem ini dirancang untuk mempertahankan suhu produk (idealnya -18°C atau lebih rendah untuk ikan beku) dari titik penangkapan hingga ke tangan konsumen guna mencegah penurunan mutu.

Infrastruktur dan teknologi utamanya meliputi:

1. Teknologi Pendingin di Atas Kapal

Rantai dingin dimulai saat ikan ditangkap. Kapal-kapal modern, khususnya skala industri, dilengkapi teknologi pendingin canggih untuk membekukan ikan langsung di dalam palka (ruang penyimpanan).

Sistem Refrigerasi Mekanik: Kapal menggunakan mesin pendingin yang terdiri dari komponen utama seperti kompresor (sering menggunakan jenis screw compressor), kondensor, tangki receiver, dan evaporator.

    ◦ Siklus Pendinginan: Gas freon ditekan oleh kompresor, kemudian didinginkan di kondensor (menggunakan air laut yang mengalir di pipa-pipa kecil) hingga menjadi cair dan ditampung di receiver tank. Cairan ini kemudian dikabutkan oleh katup ekspansi ke dalam pipa-pipa evaporator di palka untuk menyerap panas dan membekukan ikan,,,.

    ◦ Otomatisasi Suhu: Sistem ini menggunakan solenoid valve yang berfungsi sebagai sakelar otomatis. Katup ini akan menutup aliran freon jika suhu palka sudah mencapai target (misalnya -17°C) dan membuka kembali saat suhu naik, menjaga kestabilan suhu tanpa perlu operasi manual terus-menerus,.

    ◦ Pemisah Oli (Oil Separator): Alat ini memisahkan oli yang terbawa gas panas dari kompresor sebelum masuk ke kondensor, memastikan sistem bekerja bersih dan efisien.

Metode Penyimpanan: Selain freezer, kapal juga menggunakan teknologi RSW (Refrigerated Sea Water) untuk menjaga kesegaran ikan dalam air laut dingin sebelum pembekuan lebih lanjut.





Diagram Infrastruktur Rantai Pendingin



2. Infrastruktur Pelabuhan dan Gudang Penyimpanan

Setelah didaratkan, ikan masuk ke fasilitas pelabuhan yang terintegrasi dengan rantai dingin.

Gudang Beku (Cold Storage): Fasilitas penyimpanan skala besar sangat krusial. Contohnya, cold storage di Muara Baru memiliki kapasitas hingga 1.000 ton, yang terbagi dalam beberapa unit berkapasitas 50 hingga 300 ton. Gudang ini dilengkapi teknologi drive-in storage dan area parkir luas untuk memudahkan bongkar muat truk berpendingin.

Mesin Es Curah (Ice Flake Machine): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyediakan mesin es dengan kapasitas produksi 5 hingga 10 ton di berbagai daerah. Es ini digunakan untuk mengawetkan ikan yang tidak langsung masuk ke freezer atau saat proses transit.

Pusat Distribusi: Pelabuhan seperti PPS Nizam Zachman berfungsi sebagai hub utama yang menangani ratusan ton ikan per hari (baik dari kapal penangkap maupun pengangkut), memastikan ikan tetap beku saat dipindahkan dari kapal ke unit pengolahan atau ekspor,.

3. Logistik dan Transportasi Darat

Untuk mendistribusikan ikan dari pelabuhan ke pasar domestik atau tujuan ekspor, digunakan teknologi transportasi khusus.

Kendaraan Berpendingin: KKP telah menyalurkan ratusan unit kendaraan berpendingin ke berbagai provinsi. Kendaraan ini menjaga suhu ikan tetap stabil selama perjalanan darat. Standar kendaraan mengharuskan desain yang mudah dibersihkan dan mampu mencegah kontaminasi.

Penyimpanan Portabel: Untuk skala yang lebih kecil atau distribusi jarak pendek, digunakan teknologi seperti Portable Cold Storage, Coolbox, dan Chest Freezer. Ini memungkinkan kelompok usaha masyarakat atau koperasi untuk tetap menjalankan rantai dingin di tingkat lokal,.

4. Regulasi dan Manajemen Mutu

Teknologi fisik didukung oleh infrastruktur "lunak" berupa regulasi dan sistem manajemen.

Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN): Distribusi diatur melalui sistem koridor yang menghubungkan pusat produksi dengan pusat konsumsi, sesuai dengan Peraturan Menteri KP No. 58 Tahun 2021.

Standar Penanganan: Terdapat protokol ketat seperti pelarangan pembongkaran langsung di bawah sinar matahari dan kewajiban menjaga fluktuasi suhu ikan beku tidak lebih dari 3°C selama transportasi.

Perawatan Mesin: Keandalan teknologi pendingin bergantung pada perawatan rutin mesin diesel penggerak, termasuk pemeriksaan harian (oli, air pendingin) dan mingguan (pembersihan filter bahan bakar dan filter turbo) untuk mencegah kerusakan saat operasi.

Kombinasi antara mesin pendingin canggih di kapal, gudang beku berkapasitas besar di pelabuhan, serta armada logistik berpendingin memastikan ikan beku dari Indonesia dapat didistribusikan dengan mutu yang terjaga hingga ke pasar internasional seperti Tiongkok, Thailand, dan Amerika Serikat